HARGA EMAS Rotating Header Image

Mengenal Bentuk Uang

Perlu Anda ketahui, Uang berdasarkan bentuknya bisa dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain yaitu:

  • Uang Fiat. Kategori bentuk uang yang termasuk uang fiat memiliki sifat dimana nilai nominalnya jauh lebih tinggi dari bahan pembuat uangnya. Jadi bentuk uang tersebut ditetapkan oleh pemerintahan negera sebagai alat tukar uang sah dalam berbisnis. Untuk memperjelasnya, uang lembaran Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat ditukarkan / dibelikan barang dengan nilai setara Rp.100.000,- tapi bila kita lihat bahan pembuat uangnya tidak bernilai seperti itu. Uang kertas dengan nominal yang lain, nilai zat pembuatnya mungkin sama, namun nilai nominalnya berbeda sesuai dengan angka nominal yang tercantum diatasnya.

bentuk uang fiat

  • Uang komoditas. Uang bentuk ini memiliki ciri yaitu nilai nominal yang tercantum didalamnya memiliki nilai yang sama dengan intrinsiknya, bila dilihat dari bahan pembuatnya. Jenis uang komoditas ini contohnya emas dan perak, yang dulu digunakan sebagai alat tukar dan bertransaksi bisnis, dimana nilainya sama dengan nilai yang tertera pada uang tersebut. Tentunya uang komoditas dengan nilai nominal lebih kecil memiliki berat yang juga kecil dan uang komoditas dengan nilai yang besar memiliki berat yang lebih besar.

uang komoditas

  • Uang likuid hampir sempurna. Bentuk uang ini merupakan aset yang dapat dijadikan sebagai nilai tukar uang namun tidak semua pelaku bisnis mau menerimanya karena harus ditukar lebih dahulu. Contoh yang paling mudah adalah uang dalam bentuk cek bank.

cek

Ya, penjelasan ketiga bentuk uang diatas semoga bisa membantu pemahaman Anda tentang bentuk uang.

11 Comments

  1. paddi says:

    Info yang berguna, makasih…

  2. Imam Byhaqi says:

    Uang komoditas adalah salah satu barang (komoditi) yang menjadi standar untuk pertukaran. Awalnya manusia mengenal barter, tukar menukar tanpa ada alat/media yang menjadi “standar nilai” suatu barang. Kemudian kelompok masyarakat tertentu menjadikan sebuah komoditi yang sangat umum bagi mereka menjadi standar nilai tukar (katakanlah: ikan asin). Nilai ikan asin tersebut ditentukan berdasarkan tenaga yang dikeluarkan untuk mendapatkannya. Ikan asin inilah yang disebut uang komoditi, yang artinya alat/ sarana tukar yang merupakan komoditas.

    Kalau Emas dan Perak (Dinar dan Dirham) yang berasal dari Romawi dan Parsi dan dipakai di dunia Islam pada masa-masa awal, disebut Metal Money/ uang logam.

    Dari Metal money barulah orang mengenal fiat money, terus ke lainnya ……. (termasuk cek, travel cek, dll) dan berulah ka uang plastic, uang kartu dll.

    Demikian, salam sharing.

    Imam Byhaqi
    PhD Student
    International Centre for Educatioan in Islamic Finance, KL, Msia.

  3. yenni meity daud says:

    tengkyu banget….

  4. N Taruna Bhakti BS says:

    Info yg sangat berguna Thx. Sekalian saya mau bertanya, apa benar uang logam yang pernah dibuat Bank Indonesia pecahan Rp 500 yang bergambar melati terbuat dari bahan emas?Thx

  5. harga emas says:

    Kami tidak tahu tentang hal ini. Terima kasih.

  6. Akai says:

    Trimakasih pencerahannya.

  7. Mohon informasi berapa harag emas pada April 1992 yang lalu.
    Terima kasih

  8. [...] Perlu Anda ketahui, Uang berdasarkan bentuknya bisa dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain yaitu: [...]

  9. vitabrain says:

    terima kasih banyak untuk infonya, semoga ada info2 lain tentang moneter yang sangat berguna bagi khalayak umum… kami tunggu…

  10. Mesha says:

    terima kasih,infonya berguna banget. I LIKE THIS

  11. Heri ireng says:

    Hwa ha ha ….. usia udah hampir 40 taon… rambut udah 2 warna… ya baru kali ini tau kalau ada kategori uang fiat, komoditas & likuid…
    Kali aja waktu bu guru ekonomi ngajar tentang mata uang, saya lagi bolos sekolah…. trims informasinya!!!

Leave a Reply